Perempuan Terindah

Ilustrasi:Pixabay
Engkaulah darah hawa terindah itu
Yang menebar cinta bersama hujan embun kasihmu
Teruntuk pagiku menjelang senja
Keringat menderas dari pangkal ke ubun-ubun
Di sepanjang lorong waktu
Kerikil teramat meruncing menusuk telapak kakimu
Darah menetas di tanah tandus
Sampai terkuras habis pun
Seluruh kembang kasih tak akan pernah memudar
Terlalu banyak benih-benih cinta yang kau tanam
Menjadikan kasturi di jalan anakmu yang penuh liku-liku
Terimakasih, Ibu

Tamday, 07 Agustus 2018

Terima Kasih Telah Berkunjung
Judul: Perempuan Terindah
Ditulis Oleh Airi Altairaksa
Jika mengutip harap berikan link DOFOLLOW yang menuju pada artikel Perempuan Terindah ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatian anda

0 Response to "Perempuan Terindah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel